| InfoBuddhis |
KETUHANAN YANG MAHA ESA
Berkaitan
dengan Tuhan Yang Maha Esa, agama Buddha di Indonesia menyebutnya dengan
sebutan Sanghyang Adi Buddha.
Di dalam
Kitab Suci Udana VIII – 3, hakekat Tuhan Yang Maha Esa digambarkan sebagai
berikut :
“Ketahuilah
O para bhikkhu, bahwa ada sesuatu yang tidak menjelma, yang tidak tercipta,
yang mutlak, Duhai para bhikkhu, apabila tidak ada yang tidak dilahirkan, yang
tidak menjelma, yang tidak diciptakan, yang mutlak, maka tidak akan mungkin
kita akan dapat bebas dari kelahiran, dari penjelmaan, pemunculan dari sebab
yang lalu”
Di dalam
Hukum Kesunyataan tentang Tri-Laksana (skt) / Tilakkhana (Pali) dijelaskan antara
lain bahwa semua yang dilahirkan, yang tercipta, dan yang menjelma adalah tidak
kekal dan dicengkeram oleh Dukkha. Jika sesuatu “Yang Tidak Tercipta, Yang
Tidak Menjelma, dan Yang Mutlak” itulah yang disebut Tuhan Yang Maha Esa, yang
kekal dan abadi.
Di dalam
kitab suci Saddharma-Pundarika terdapat sutra perihal Makna-makna yang tidak
terhingga, dimana Hyang Buddha antara lain membabarkan bahwa “Makna-makna yang
tidak terhingga bersumber dari Hukum Tunggal”.
Dengan
sabdaNya didalam sutra tersebut, Hyang Buddha ingin mengungkapkan bahwa segala
kejadian dan segala-galanya di dalam alam semesta bersumber kepada Yang Maha
Esa dan Hyang Buddha menyebutnya sebagai “Hukum Tunggal”.
