Main Logo
Pusat Informasi dan Komunikasi Umat Buddha
Forum Komunikasi Umat Buddha - DKI Jakarta
Home > Artikel Buddha Dharma > Naraka / Neraka
Naraka / Neraka
Naraka atau Niraya (Neraka : Alam Siksaan) terbagi atas 3 macam atau 3 golongan yaitu :
  1. Neraka Utama atau Neraka Sentral, neraka radikal yang terdiri dari :
    1. Asta Usana-Naraka (8 Neraka Panas ; 8 Neraka Besar)
      1. Samjiva (Neraka seperti hidup lagi).
        Makhluk yang berada di sini, mengalami bermacam-macam siksaan, seperti di bacok, di cincang dengan golok atau kampak sehingga halus, bila tertiup oleh angin dingin, badannya utuh kembali dan hidup kembali seperti semula di alam itu juga.
      2. Kalasutra (Neraka tali hitam)
        Anggota badannya diukur dengan rantai hitam lalu diikat, setelah itu dipotong atau digergaji sampai terpisah menjadi potongan-potongan.
      3. Samghata (Neraka bermacam-macam tindihan)
        Makhluknya ditindih dengan bermacam-macam alat penyiksa atau ditindih dengan gunung batu yang besar.
      4. Raurava (Neraka Jeritan dan ratapan)
        Karena mengalami bermacam siksaan sehingga tak tahan lalu menjerit-jerit dan meratap.
      5. Maharaurava (Neraka jerit tangis dengan keras)
        Karena mengalami bermacam-macam siksaan yang sangat berat, sehingga menjerit-jerit dengan keras dan menangis dengan keras.
      6. Tapana (Neraka api ; neraka panas)
        Api menyala disekeliling tubuhnya dan panas bukan main.
      7. Pratapana (Neraka panas sekali)
        Neraka yang sangat panas sekali.
      8. Avici (Neraka tanpa jeda)
        Menerima siksaan dan penderitaan tanpa henti-hentinya, makhluk yang berdosa dalam neraka ini setelah mati tersiksa, hidup kembali dan menerima siksaan lagi berulang-ulang demikian.
    2. Asta Sitanaraka (8 Neraka Dingin)
      1. Aruba
        Karena dinginnya kulit tubuh sampai timbul gelembung-gelembung.
      2. Nirarbuda
        Karena semakin dinginnya, gelembung-gelembung pada kulit tubuh pecah-pecah.
      3. Atata
        Karena terlalu dinginnya, hanya suara Atata yang dapat dikeluarkan dari mulut yang bibirnya sudah membeku.
      4. Hahava (Apapa)
        Karena sangat dingin, hanya suara Hahava atau Apapa yang dapat di keluarkan dari mulutnya.
      5. Huhuva (Hahadhara)
        Karena dinginnya bukan main, hanya suara Huhuva saja yang dapat dikeluarkan dari mulutnya.
      6. Utpala (Nilotpala)
        Karena dingin yang amat sangat, kulit tubuh membeku seperti pucuk-pucuk bunga teratai biru.
      7. Padma
        Karena dinginnya bukan main, kulit tubuh membeku dan pecah-pecah seperti bunga teratai merah yang mekar-mekar.
      8. Mahapadma
        Karena dinginnya luar biasa, kulit tubuh membeku dan pecah-pecah seperti bunga teratai merah besar yang mekar-mekar.
  2. Neraka Tambahan : Neraka sampingan ; Neraka kian meningkat atau disebut 16 Neraka Tambahan.
    Setiap neraka panas/neraka besar mempunyai 4 pintu, setiap pintu ada 4 neraka tambahan. Dengan demikian 4 x 4 = 16 x 8 = 128 ditambah dengan 8 neraka besar itu sendiri menjadi 136 neraka seluruhnya.
  3. Lokantarika (Neraka terpencil)
    Neraka-neraka ini berada di gunung, di hutan, di angkasa atau di atas bumi dan sebagainya, karena perbuatan masing-masing yang mengakibatkannya demikian. Neraka-neraka ini tidak seperti 8 neraka panas dan 8 neraka dingin yang mempunyai tempat tertentu.
    Orang berbuat kejam,keji, buas, menyiksa, membunuh secara kejam dan segala perbuatan di luar perikemanusiaan bisa menyebabkan orang itu kelak menerima balasan di neraka setempat sesuai dengan perbuatannya. Lalu kita renungkan pula apakah ada orang yang hidup di dunia ini mengalami penderitaan atau siksaan seperti di neraka akibat karma-karma yang lalu?
(Catatan khotbah dari almarhum Mulyadi Winata; Maha Karmavibhangga Sutra; Ksitigarbha Bodhisattva Purva-Pranidhana Sutra).
© Budiman Sudharma - FKUB DKI Jakarta, 2007 | (021) 6624620 | info@infobuddhis.com
Designed and Developed by i2 Solutions