Main Logo
Pusat Informasi dan Komunikasi Umat Buddha
Forum Komunikasi Umat Buddha - DKI Jakarta
Home > Artikel Buddha Dharma > Kerukunan Umat beragama
Kerukunan Umat beragama

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang berasaskan Pancasila, setiap umat beragama diharapkan mempunyai rasa toleransinya, sikap saling menghargai satu sama lain. Perbuatan kita hendaknya dilakukan atas dasar Cinta Kasih bukan kekerasan atau kekejaman, bukan irihati melainkan simpatik. Kita harus tetap teguh menghadapi segala macam godaan, tidak mudah diombang-ambingkan oleh emosi, perasaan benci, dan dendam.

 

Dalam toleransi Sakyamuni Buddha telah dilaksanakan oleh Raja Asoka Wardhana (300 SM - 232 SM) seorang raja Buddhis, Raja Asoka telah mendekritkan toleransi umat beragama yang pertama di dunia, yaitu :

" Bilamana kita menghormati agama kita sendiri, janganlah kita mencemoh dan menghina agama lainnya, Seharusnya kita menghargai pula agama-agama lainnya. Dengan demikian agama kita akan jadi berkembang, disamping itu kita juga memberikan bantuan bagi agama-agama lainnya.

Siapa yang menghormati agamanya sendiri tetapi menghina agama-agama lainnya dengan pikiran bahwa dengan berbuat demikian ia merasa telah melakukan hal-hal yang baik bagi agamanya sendiri maka sebaliknya hal ini akan memberikan pukulan kepada agamanya dengan serius.

Maka dari itu toleransi, kerukunan, dan kerjasama sangat diharapkan sekali dengan jalan suka juga mendengarkan ajaran-ajaran agama lainnya disamping mendengarkan ajaran agamanya sendiri "

 

Dan juga di dalam Kitab Sutasoma karya Mpu Tantular, seorang pujangga Buddhis pada jaman Majapahit ketika berada dibawah pemerintahan Raya Hayam Wuruk (1350 - 1389) terdapat pula ajaran tolransi, yaitu : "Ciwa Buddha Bhinneka Tunggal Ika Tanhana Dharma Mangrawa" yang berarti " Ciwa dan Buddha adalah sama, tak ada kebenaran yang mendua "

© Budiman Sudharma - FKUB DKI Jakarta, 2007 | (021) 6624620 | info@infobuddhis.com
Designed and Developed by i2 Solutions